Jumat, 25 November 2011

Indonesia Mengajar

Bismillah, 
sahabat kontemporer yang semoga tetap dalam lindungan Allah SWT . 

saya ingin berbagi cerita mengenai apa yang saya dapatkan pada roadshow Indonesia mengajar. yang sangat menginspirasi saya untuk turut serta dalam mendidik. 

Sahabat kontemporer, berdasarkan data statistik 2010 , jumlah sekolah dasar , SMP, SMA, hingga perguruan tinggi tidak seimbang.  jumlah terbanyak terdapat pada jumlah sekolah dasar, sedangkan untuk SMP jumlahnya berkurang, untuk SMA pun terus berkurang, Hingga jumlah perguruan tinggi yang kurang lebih tiga ribuan. hal tersebut dapat menunjukkan bahwasanya memang indonesia masih membuat pola pengguguran dalam pendidikan. yaitu disetiap tahunnya pasti ada anak Indonesia yang tidak dapat melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. these not a good news, so what should we do ?. let's do something for indonesian's education.

Mungkin ada yang berfikir "sudah banyak guru di Indonesia, untuk apa lagi kita susah susah menggerakkan indonesia mengajar" tapi sahabat, faktanya kini bermunculan guru guru yang hanya berorientasi pada imbalan (walaupun tidak semua). Memang tidak menampik bahwasanya imbalan adalah tujuan dari sebuah pekerjaan , tapi jangan jadikan itu tujuan utama. jika semua guru hanya berorientasi pada imbalan, lalu siapa yang akan menginspirasi generasi muda untuk menjadi lebih dari apa yang ada ? . yang hilang dari Indonesia adalah the spirit of movement with sincerity.  Sedangkan hal terpenting dari mendidik adalah ketulusan , ketulusan untuk sabar mendidik orang orang yang nantinya akan berperan penting memajukan bangsa ini. Orang orang yang nanti nya akan memiliki keturunan dan menularkan ketulusan mendidik para gurunya, kepada anak nya. sehingga  remaja ini, banyak muncul masalah akibat pengangguran, masalah kualitas karyawan yang kurang baik, masalah SDM berkualitas yang kurang menjadi keluh kesah yang menular. untuk itu lah harus kita perbaiki dari akar nya. yaitu education. Guru adalah kunci dan solusi dari masalah pencerdasan bangsa. 

sahabat, jadilah seseorang yang giving impact pull to others. setiap kali anda beraktivitas , jadikan itu bermanfaat untuk anda dan sekitar anda. begitupun menjadi guru, bukan hanya akan manbah pengalaman yang mungkin tidak akan dimiliki oleh banyak orang. pengalaman merasakan naik turunnya emosi karena prilaku murid kita, pengalaman dimana kita menjadi pendengar keluh kesah murid kita, pengalaman kita menyusun strategi untuk mendidik murid, pengalaman berkenalan dengan murid, hingga pengalaman haru ketika harus berpisah dengan murid yang selama ini menjadi jiwa semangat kita. pengalaman itu yang sebenar nya akan menjadi modal kita kedepannya. di Indonesia mengajar, sahabat dpt mencoba mengajar selama 1 tahun di daerah daerah pelosok negeri. tentunya dengan seleksi yang ketat. tapi sahabat, seandainya pun bukan rezekinya anda merasakan sensasinya melalui Indonesia mengajar, tetap jaga spirit itu dan lakukan actionnya di tempat lain. banyak yang dapat sahabat lakukan untuk mewujudkan spirit mendidik dengan ketulusan.

to be continued.. 

1 komentar: